Surat Terbuka Untuk Sang Pejuang Pandemi Covid-19
Manado, Kamis, 30 April 2020
Surat terbuka untuk pahlawan Covid-19
"Buktinya, kalian mampu bertahan hingga kini"
Sebelum melangkah lebih dalam, izinkan aku mengucapkan salam..
Assalamualaikum Wr. Wb.
Apakabar indonesia? Salam hangat dari kota Tinutuan, Kota Manado.
Lalu, bagaimana dengan kabar kalian Wahai saudara-saudaraku, Para Dokter dan Petugas kesehatan? Aku sedih, aku gundah.
Untukmu, para pejuang kemanusiaan..
Kalian, untuk segala pengorbanan jiwa dan raga telah menjadi garda terdepan melawan virus Corona. Secara nyata kalian adalah petugas kesehatan, penyelamat kemanusiaan. Menurutku, bukan hanya dihargai dengan materi. Semua itu tidak ada apa-apanya dengan semua pengorbanan kalian. Selayaknya orang yang berjasa, penghargaan tertinggi untuk sang penyelamat hidup berhak diberikan.
Untuk saat ini, Indonesiaku berbeda. Indonesiaku berduka. Banyak kekecewaaan diantara para manusia. Semua serba menakutkan, berkumpul, jalan2 apalagi sekedar berbincang dengan teman sudah menjadi larangan.
Tapi tidak untuk para pejuang kemanusiaan. Kalian senantiasa berjuang. Membela darah yang terbuang. "Saya hidup, dan mati untuk orang yang saya sayangi, termasuk untuk provesi saat ini". Katanya, bisikan hati sang pejuang pandemi. Bahkan, seorang dokter dengan usia 80 tahun dengan gigihnya melawan korona di garis terdepan. "So, get well soon doc. Really i want to cry seeing this.. Please, pray for him, Doctor Handoko, 80 years old".
Gemetar dan terharu. Dua kata itu yang muncul dalam sendu. Hatiku teriris mendengar perkataan itu. Aku tau sebagian dari kalian menangis, hancur, merasa putus asa, dan merasa tak berdaya ketika kondisi pasien kalian kurang membaik. Sebagai tenaga profesional kalian curahkan semua sumpah dan janji kalian dengan sebaik-baiknya, menjunjung tinggi kasih sayang dan kemanusiaan, namun hal ini justru haru dan menegangkan. Semakin banyak pasien, semakin banyak nyawa yang melayang. Bagaimana tidak, fasilitas, dan daya tampung di rumah sakit itu kurang dan tidak semua pihak mau menangani pasien Corona. Tapi tidak dengan kalian. Kalian ikhlas, kalian pasrah mengaharap Ridho sang Ilahi.
Demi mencairkan suasana, terkadang kalian bercanda, dan bersenda gurau. Aku tau, supaya kalian tidak stress dan nantinya gila, kan?
Duhai penyelamat pandemi, tubuh kalian mulai rapuh. Kostum astronot yang menempel tiap waktu itu mulai bosan rasanya. Janganlah duduk di sudut-sudut lorong rumah sakit. Kalian selalu terjaga setiap waktu. Melupakan raga sendiri, demi raga yang lain. Seketika, bahu itu butuh tempat bersandar. Kalau jiwa mulai lelah, beristirhatlah sekejap, asalkan jangan pernah berhenti. Andai aku bisa mengobati, akan kulakukan demi negeri ini. Tapi, nyatanya aku lemah, aku tak berdaya.
Untukmu, sang pejuang pandemi..
Terima kasih atas pejuang kemanusiaan..
Dari kejauhan berkilo-kilo, dari jauhnya kota Manado, kami bangga kepada bapak ibu petugas kesehatan. Kalian selalu berjuang melawan bahaya dan rintangan. Perjuangan inilah yang menguatkan harapan kami, penghuni negeri ini. Kalian selalu siap siaga di garda terdepan demi menjalankan tugas mulia dan penyelamat kesehatan. Tetap terjaga dikala awan mulai menghitam. Kalian benar. Sebenarnya, yang memutus penyebaran covid itu bukan tenaga kesehatan, tetapi masyrakat sekitar..
Untukmu Covid 19, aku tidak akan pernah melupakan kejadian dalam sejarah kali ini. Kalian makhluk kecil tak kasat mata, pencetak rekor sejarah baru di tahun 2019.
Untukmu bumi pertiwiku, membaiklah. Kami butuh naungan hidup dalam bahagia di senyum bibirmu.
Untukmu sesama rakyat , dengarkanlah keluhan dan jeritan pahlawan pandemi, demi kesejahteraan rakyat Indonesia. "Janganlah keluar untuk kami, dan kami akan bekerja untuk kalian, sungguh itu lebih baik untuk membantu pencegahan virus ini. " katanya.
Duhai kalian para petugas kesehatan, kalianlah mentari kehidupan. Sang garda terdepan. Tetaplah tersenyum dan bungkus dalam Qalbu. Aku yakin kalian kuat. Buktinya, kalian masih bertahan sampai saat ini. Terimalah rasa hormat tak terhingga dari kami, seluruh bangsa dari Sabang sampai merauke, dari seluruh penjuru negeri Indonesia. Semoga Allah SWT senantiasa membalas kebaikan kalian semua.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Salam hangat dari kami, seluruh rakyat Indonesia.
__Sofia🌼
Komentar
Posting Komentar